Bos BEI Berharap Gojek-Tokopedia Listing di Indonesia

0
55
Bos BEI Berharap Gojek-Tokopedia Listing di Indonesia

Kabar merger Gojek-Tokopedia memang santer terdengar akhir-akhir ini. Dua perusahaan rintisan kelas wahid ini menjadi pemberitaan karena dikabarkan akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia.

Duo perusahaan rintisan ini bahkan dikabarkan bukan hanya ingin melantai di BEI, merger dari kedua perusahaan ini juga dikatakan ingin melantai di bursa saham AS.

Meskipun hingga kini belum ada kabar resmi tentang mergernya 2 raksasa tanah air ini, tetapi komentar tentang kabar rencana merger dan melantainya ini juga dikomentarin juga oleh bos BEI, Inarno Djajadi. Ia mengatakan bahwa telah berdiskusi dengan perusahaan e-commerce yang memiliki valuasi lebih dari 14 triliun rupiah dan meminta perusahaan tersebut untuk listing di BEI.

Pendapat ini dikemukakan oleh Inarno Djajadi saat menjadi pembicara di acara MNC Group Investor Forum 2021 – Recovery Story after The Big Reset. Pada forum ini pula, ada usulan mengenai Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang bisa memudahkan duet Gojek-Tokopedia sehingga bisa melantai di BEI.

Baca juga : Cara Membeli Saham di Bursa Efek Indonesia

SPAC sendiri merupakan penggalanan dana melalui IPO yang bertujuan untuk merger, akuisisi atau pembelian perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan. SPAC sendiri sudah lebih dahulu berlaku di Amerika Serikat.

Bagaimana potensi Gojek-Tokopedia jika listing di BEI?

Jika merger Gojek-Tokopedia benar-benar terelealisasi dan melantai di BEI, apakah ini akan membuat banyak investor Indonesia tertarik untuk memborong saham tersebut?

Saat ini animo masyarakat terhadap perusahaan rintisan memang masih sangat tinggi, dengan masuknya duo perusahaan rintisan terkemuka Indonesia ini, kemungkinan besar investor akan sangat tertarik dan memang sangat menunggu-nunggu perusahaan ini segera melantai di bursa.

Baca juga : IPO Gojek-Tokopedia Diprediksi Akan Kebanjiran Peminat

Saat ini, belum ada perusahaan rintisan yang melantai di BEI. Jika kedua perusahaan ini benar-benar melantai, ini akan jadi sejarah untuk pertama kalinya gabungan 2 raksasa rintisan akan melantai di BEI. Bisa jadi kedua perusahaan rintisan ini akan menginspirasi perusahaan rintisan tanah air lainnya untuk turut meramaikan BEI di masa yang akan datang.

Kehadiran perusahaan rintisan di publik juga mampu membawa dampak positif bukan hanya pada investor, melainkan juga untuk perusahaan yang bisa mendapatkan pendanaan lebih terbuka dan berpotensi mendapatkan pendapatan dan pendanaan yang lebih besar lagi karena sudah menjadi milik publik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here