IPO Gojek-Tokopedia Diprediksi Akan Kebanjiran Peminat

0
58
IPO Gojek-Tokopedia Diprediksi Akan Kebanjiran Peminat

Kabar mergernya 2 start-up raksasa Indonesia, Gojek dan Tokopedia menyita perhatian akhir-akhir ini. Beberapa isu bahkan mengatakan bahwa merger ini hanya tinggal menunggu penyelesaian akhir dan pengunguman ke publik.

Selain kabar merger, duet Gojek-Tokopedia juga diprediksi akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia. Kedua perusahaan ini pun diprediksi akan kebanjiran peminat invsetor, bukan hanya dari tanah air — sejumlah investor dari negara luar sudah pasti akan melirik 2 perusahaan rintisan asal tanah air ini.

Belum lama ini, Bloomberg memprediksini nilai kapitalisasi pasar jika kedua perusahaan itu memang merger dan melakukan penawaran ke publik atau IPO, maka perusahaan rintisan tersebut berpotensi menghasilkan nilai kapitalisasi pasar senilai US$ 35 miliar sampai dengan US$ 40 miliar atau 490 hingga 560 trilliun rupiah!

Jika jumlah kapitalisasi pasar yang diprediksi oleh Bloomberg ini benar, maka nilai kapitalisasi perusahaan ini mengalahkan Telkom. Telkom sendiri merupakan perusahaan telekomunakasi milik BUMN dan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia saat ini.

Selain memperikrakan akan melantai di BEI, perusahaan yang Gojek-Tokopedia yang merger juga dikabarkan ingin melantai di bursa AS juga. Tentu saja jika ini benar, maka perusahaan ini akan membawa level yang berbeda lantaran melakukan penawaran tak hanya di Indonesia, melainkan juga di Amerika Serikat.

Baca juga : Cara Membeli Saham di Bursa Efek Indonesia

CLSA Sekuritas juga mengatakan jika merger Gojek-Tokopedia terjadi, ini akan menjadikan perusahaan tersebut memiliki nilai kapitalisasi terbesar nomor 3. Perusahaan Gojek-Tokopedia hanya kalah dari BBCA dan BBRI yang merupakan emiten dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia.

Duet Gojek-Tokopedia akan saling menguntungkan

Jika realisasi merger kedua perusahaan rintisan terjadi, ini akan memberikan keuntungan kedua belah pihak. Dari sisi kemampuan logistik, Tokopedia dan Gojek akan berkolaborasi dalam memegang peranan penting seperti pada segmen makanan segar, dan keunggulan dalam mengembangkan B2B business dengan portofolio bisnis e-commerce, ride-hailing, food delivery, fintech, dan perbankan digital.

Gojek sendiri dikenal sebagai pemain besar dalam layanan transportasi online pada awalnya, kini Gojek berkembang dengan menyediakan tambahan layanan mulai dari pengantaran makanan, barang hingga penyedia layanan kebersihan.

Baca juga : Cara Menjadi Investor Cerdas

Disisi lain, Tokopedia adalah marketplacce yang memiliki banyak pengguna di Indonesia. Layanan dari Tokopedia juga berkembang bukan hanya menyediakan platform jual beli, melainkan juga merambah ke bisnis lainnya.

Patut dinantikan bagaimana 2 perusahaan rintisan ini akan seperti apa jika realisasi merger benar-benar terjadi. Selain itu, jika merger terjadi dalam waktu dekat dan perusahaan ini melakukan IPO, animo masyarakat Indonesia pasti akan naik secara signifikan. Selama ini, 2 perusahaan rintisan ini sangat dekat dengan keseharian masyarakat sehingga bisa mendapatkan kendali dengan pembelian saham tentu akan menjadi pertimbangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here