Tesla Gak Jadi Bangun Pabrik di Indonesia?

0
30
Tesla Gak Jadi Bangun Pabrik di Indonesia

Isu tentang tertariknya orang terkaya nomor dunia saat ini, Elon Musk untuk investasi di Indonesia memang berhembus kencang. Perusahaan Elon Musk, Tesla memang memerlukan banyak nikel sebagai bahan bakar utama dari produk yang ingin dijajal oleh perusahaan tersebut.

Indonesia beberapa bulan terakhir dikabarkan menjadi pilihan utama Elon Musk untuk berinvestasi, bahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa Tesla akan segera mengirimkan perwakilannya ke Indonesia. Bak petir di siang bolong, bukannya mendapatkan kabar bahwa Tesla mengirimkan perwakilan, kini diberitakan jika India yang menjadi pilihan utama dari pendiri SpaceX tersebut.

Kabar dari dokumen yang diterima Reuters mengatakan jika Tesla Inc. akan segera membangun pabrik mobil listrik di daerah Karnataka, India. Kabar ini pun sudah resmi diumumkan oleh pemerintah setempat.

Belum lama ini, memang pemerintah Indonesia mengatakan sedang dalam tahap negosiasi dengan Tesla Inc. guna membangun kerjasama dalam sektor baterai mobil listrik dengan bahan utama nikel. Memang selain Indonesia, Tesla Inc. juga dikabarkan menjalin pendekatan dengan beberapa negara untuk melakukan realisasi guna membangun ambisi besar dalam pengembangan mobil listrik.

Belum ada respon resmi pemerintah

Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat dihubungi oleh CNBC Indonesia belum memberikan keterangan spesifik.

Seto hanya mengatakan sebelumnya jika kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Tesla Inc. berbeda dengan apa yang dilakukan dengan perusahaan asal China, CATL, dan perusahaan asal Korea Selatan, LG.

Baca juga : IPO Gojek-Tokopedia Diprediksi Akan Kebanjiran Peminat

Menariknya, kabar ini juga membuat saham INCO dan ANTM yang memang dikabarkan mendapat durian runtuh jika kerja sama tersebut terealisasi mengalami penurunan pada hari ini (17/2/2021).

Meski begitu, perusahaan yang bergerak disektor tambang lain tidak semuanya mengalami penurunan. Emiten HRUM justru mengalami penguatan yang cukup signifikan sebesar 6,30% pada hari ini.

Seperti yang juga dijelaskan sebelumnya, kerja sama dengan RI bisa saja memang berbeda dengan yang dilakukan oleh Tesla Inc. di India. Jika pemerintah India mengungumkan pembangunan mobil listrik di negara tersebut, bisa jadi bahan bakar atau spare part lainya akan menggunakan jasa negara lain termasuk Indonesia.

Jadi, kira-kira Elon Musk tetap akan berinvestasi di Indonesia tidak ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here